Metode Pengembangan Sistem ( SDLC ) Yang Banyak Digunakan

Model SDLC Terbaik dan Banyak Digunakan

Nurhidayat.id - Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas mengenai 8 Metode Pengembangan Sistem atau Metode SDLC ( System Development Life Cycle ) dari macam atau jenis metode sdlc tersebut ternyata ada beberapa metode sdlc yang paling banyak digunakan. Untuk sobat yang sedang menjalani masa penulisan Tugas Akhir ataupun Skripsi Metode SDLC ini bisa coba untuk mendukung penulisan atau sebagai landasannya. Mengapa demikian? Karena metode sdlc ini sudah banyak bukunya dan tentunya mempermudah sobat dalan mencari buku tersebut sebagai sumber referensi.

Macam Macam Model Sdlc

Metode sdlc apa saja yang banyak digunakan?

1. Metode SDLC Waterfall
Metode air terjun atau yang sering disebut metode waterfall sering dinamakan siklus hidup klasik (classic life cycle), dimana hal ini menggambarkan pendekatan yang sistematis dan juga berurutan pada pengembangan perangkat lunak, dimulai dengan spesifikasi kebutuhan pengguna lalu berlanjut melalui tahapan-tahapan perencanaan (planning), permodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem ke para pelanggan/pengguna (deployment), yang diakhiri dengan dukungan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan (Pressman, 2012). Tahapan metode waterfall dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Metode Pengembangan Sistem Waterfall
Tahapan Metode Waterfall
Dalam pengembangannya metode waterfall memiliki beberapa tahapan yang berurut yaitu: requirement (analisis kebutuhan), design system (desain sistem), Coding (pengkodean) & Testing (pengujian), Penerapan Program, pemeliharaan. Tahapan tahapan dari metode waterfall adalah sebagai berikut :
1. Requirement Analisis
Tahap ini pengembang sistem diperlukan komunikasi yang bertujuan untuk memahami perangkat lunak yang diharapkan oleh pengguna dan batasan perangkat lunak tersebut. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, diskusi atau survei langsung. Informasi dianalisis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan oleh pengguna.
2. System Design
Spesifikasi kebutuhan dari tahap sebelumnya akan dipelajari dalam fase ini dan desain sistem disiapkan. Desain Sistem membantu dalam menentukan perangkat keras(hardware) dan sistem persyaratan dan juga membantu dalam mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
3. Implementation
Pada tahap ini, sistem pertama kali dikembangkan di program kecil yang disebut unit, yang terintegrasi dalam tahap selanjutnya. Setiap unit dikembangkan dan diuji untuk fungsionalitas yang disebut sebagai unit testing.
4.Integration & Testing
Seluruh unit yang dikembangkan dalam tahap implementasi diintegrasikan ke dalam sistem setelah pengujian yang dilakukan masing-masing unit. Setelah integrasi seluruh sistem diuji untuk mengecek  setiap kegagalan maupun kesalahan.
5. Operation & Maintenance
Tahap akhir dalam model waterfall. Perangkat lunak yang  sudah  jadi,  dijalankan  serta dilakukan  pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki  kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.

Kelebihan Metode Waterfall
Kelebihan menggunakan metode air terjun (waterfall) adalah metode ini memungkinkan untuk departementalisasi dan kontrol. proses pengembangan model fase one by one, sehingga meminimalis kesalahan yang mungkin akan terjadi. Pengembangan bergerak dari konsep, yaitu melalui desain, implementasi, pengujian, instalasi, penyelesaian masalah, dan berakhir di operasi dan pemeliharaan.

Kekurangan Metode Waterfall
Kekurangan menggunakan metode waterfall adalah metode ini tidak memungkinkan untuk banyak revisi jika terjadi kesalahan dalam prosesnya. Karena setelah aplikasi ini dalam tahap pengujian, sulit untuk kembali lagi dan mengubah sesuatu yang tidak terdokumentasi dengan baik dalam tahap konsep sebelumnya.

Sumber : Pressman, Roger S. 2012. Rekayasa Perangkat Lunak – Buku Satu, Pendekatan Praktisi (Edisi 7). Yogyakarta: Andi.

2. Metode SDLC RAD (Rapid Application Development)
RAD adalah sebuah metode pengembangan software yang diciptakan untuk menekan waktu yang dibutuhkan untuk mendesain serta mengimplementasikan system informasi sehingga dihasilkan siklus pengembangan yang sangat pendek (-+ 60 sampai 90 hari). Metode ini sering dipakai pada aplikasi system konstruksi. Pendekatan RAD meliputi fase-fase berikut:

Metode Pemgembangan Sistem RAD (Rapid Application Development)

Bussiness modelling
  • Aliran informasi diantara fungsi-fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Informasi apa yang mengendalikan proses bisnis?
  • Informasi apa yang dimunculkan?
  • Siapa yang memunculkannya?
  • Kemana informasi itu pergi?
  • Siapa yang memprosesnya?

Data modelling
Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase business modelling disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut. Atribut masing-masing objek diidentifikasikan dan hubungan antara objek-objek tersebut didefinisikan.

Process modelling
Aliran informasi yang didefinisikan d dakan fase data modelling ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gamabaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali sebuah objek data.

Application generation
RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi ke empat. RAD lebih banyak memproses kerja untuk memakai lai komponen  yang bias dipakai lagi (bila perlu). Pada semua kasus, alat-alat bantu ottomatis dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.

Testing and turnover
Karena proses RAD menekankan pada pemakaian kembali, banyak komponen program telah diuji. Hal ini mengurangi keseluruhan waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan semua interface harus dilatih secara penuh.

Keunggulan dan kelemahan model RAD

Keunggulan Model RAD:
  • Waktu pengembangan lebih singkat
  • Biaya relatif lebih murah.
Kelemahan Model RAD:
  • Tidak cocok untuk proyek skala besar
  • Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.
  • Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model
  • Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini.

3. Metode SDLC Prototype
Menurut Ian Sommerville, model pengembangan prototyping (Evolusioner) berdasarkan pada ide untuk mengembangkan implementasi awal, memperlihatkannya kepada user untuk dikomentari, dan memperbaikinya secara bertahap sampai system yang memenuhi persyaratan diperoleh.

Sebuah prototipe adalah bagian dari produk yang mengekspresikan logika maupun fisik antarmuka eksternal yang ditampilkan. Konsumen potensial menggunakan prototipe dan menyediakan masukan untuk tim pengembang sebelum pengembangan skal besar dimulai. Melihat dan mempercayai menjadi hal yang diharapkan untuk dicapai dalam prototipe. Dengan menggunakan pendekatan ini, konsumen dan tim pengembang dapat mengklarifikasi kebutuhan dan interpretasi mereka.

 Prototyping perangkat lunak (software prototyping) atau siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping) adalah salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan pada konsep model bekerja (working model). Tujuannya adalah mengembangkan model menjadi sistem final. Artinya sistem akan dikembangkan lebih cepat dari pada metode tradisional dan biayanya menjadi lebih rendah. Ada banyak cara untuk memprotoyping, begitu pula dengan penggunaannya. Ciri khas dari metodologi ini adalah pengembang sistem (system developer), klien, dan pengguna dapat melihat dan melakukan eksperimen dengan bagian dari sistem komputer dari sejak awal proses pengembangan.

Dengan prototype yang terbuka, model sebuah sistem (atau bagiannya) dikembangkan secara cepat dan dipoles dalam diskusi yang berkali-kali dengan klien. Model tersebut menunjukkan kepada klien apa yang akan dilakukan oleh sistem, namun tidak didukung oleh rancangan desain struktur yang mendetil. Pada saat perancang dan klien melakukan percobaan dengan berbagai ide pada suatu model dan setuju dengan desain final, rancangan yang sesungguhnya dibuat tepat seperti model dengan kualitas yang lebih bagus.

Protoyping membantu dalam menemukan kebutuhan di tahap awal pengembangan,terutama jika klien tidak yakin dimana masalah berasal. Selain itu protoyping juga berguna sebagai alat untuk mendesain dan memperbaiki user interface – bagaimana sistem akan terlihat oleh orang-orang yang menggunakannya.

Salah satu hal terpenting mengenai metodologi ini, cepat atau lambat akan disingkirkan dan hanya digunakan untuk tujuan dokumentasi. Kelemahannya adalah metode ini tidak memiliki analisa dan rancangan yang mendalam yang merupakan hal penting bagi sistem yang sudah kokoh, terpercaya dan bisa dikelola. Jika seorang pengembang memutuskan untuk membangun jenis prototipe ini, penting untuk memutuskan kapan dan bagaimana ia akan disingkirkan dan selanjutnya menjamin bahwa hal tersebut telah diselesaikan tepat pada waktunya.

Model Pengembangan Sistem Prototype

Tahapan-Tahapan Prototyping dan Kelebihannya

Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:

Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
Evaluasi protoptyping
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulang langkah 1, 2 , dan 3.
Mengkodekan sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
Menguji sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain.
Evaluasi Sistem
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan. Jika ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.
Menggunakan sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.
Pengembangan prototyping terbagi dua:

Exploratory programming
Tujuan proses ini adalah bekerja dengan pelanggan untuk menyelidiki kebutuhan mereka dan mengirimkan system akhir. Pengebangan dimulai dengan bagian-bagian system yang dipahami. System berubah dengan adanya tambahan fitur-fitur baru sesuai usulan pelanggan.

Throw-away perototyping
Tujuan pengembangan evolusioner adalah untuk memahami kebutuhan pelanggan dan mendefinisikan kebutuhan yang lebih baik untuk siste. Prototype berkonsentrasi pada eksperimen, dengan keutuhan pelanggan yang tidak dipahami dengan baik.

Keunggulan metode prototyping
  • Dapat menjalin komunikasi yang baik antar user dan pengembang system
  • Setiap perbaikan yang dilakukan pada prototype merupakan hasil masukan dari user yang akan menggunakan system tersebut, sehingga lebih reliabel.
  • User akan memberikan masukan terhadap system sesuai dengan kemauannya.
  • Menghemat waktu dalam mengembangkan sebuah system.
  • Menghemat biaya, terutama pada bagian analisa, karena hanya mencatat point-point penting saja.
  • Cocok digunakan pada sebuah system kecil, yang digunakan pada ruang lingkup tertentu.
  • Penerapan dari system menjadi lebih mudah dilakukan.
Kekurangan metode prototyping
  • System keamanan dari system yang dibangun rentan karena pengembang hanya menggunakan Bahasa pemrograman sederhana untuk menghemat waktu.
  • Tidak cocok untuk diimplementasikan pada sebuah system yang sangat besar dan global, seperti system operasi computer.
  • dari kedua metode pengembangan software yang telah dibahas diatas, keduanya merupakan jenis metode yang sederhana dan mudah dipahami. namun kedua metode tersebut tidak efektif digunakan untuk proyek berskala besar. untuk metode yang lainnya akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Demikian artikel mengenai metode/model pengembangan sistem yang banyak digunakan, semoga arrtikel ini bermanfaat untuk para pembaca.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Rekomendasi Lainnya :